http://www.xml-sitemaps.com/download/neneng-tarigan.blogspot.com/sitemap.xml
Loading...

FREE TRANSLATION INTO 53 LANGUAGES

THIS IS HOW TO TRANSLATE

1. Please copy the topic or the contents that you prefer to be translated to.

2. Select the language. (53 languages of your choice are available in the right column of this website).

3. Enter and wait until the translation finish.


This service is fully supported by:

http://www.thefreedictionary.com/

WARNINGS

This is a personal and a non profit website, however, I respect originality and works against piracy or plagiarism. In the case, readers quoted some thought or writings from this website, please mention the sources or the authors name to respect their innovation and creativity. Thank you.

Some pictures here were taken from other owners or sources but already published publicly through www.google.com as this blog main sources.

FORUM BEBAS/FREE FORUM

Berastagi, Tanah Karo, Sumatra, Indonesia

Berastagi, Tanah Karo, Sumatra, Indonesia

Like Box

Ada kesalahan di dalam gadget ini

KOMODO THE LIVING DINOSAUR

KOMODO THE LIVING DINOSAUR

KOMODO ISLAND AS ONE OF THE WORLD NEW 7 WONDERS

KOMODO ISLAND IS THE ONLY PLACE IN THE WORLD WHERE PEOPLE CAN SEE AND PLAY WITH THE LIVING DRAGONS, THE REMNANTS OF THE LIVING DINOSAURS.

WHILE VISITING KOMODO ISLAND YOU ARE STRONGLY REQUIRED NOT TO HUNT, TO POSSES OR THE WORST IS TO KILL THESE CREATURES, SO THAT YOU CAN HELP THE SUSTAINABLE EXISTENCE OF THESE "LIVING DINOSAURS" AS ONE OF THE WORLD NEW 7 WONDERS, YOU CAN ALSO SAVE THE NATURE AND SUPPORT THE LIFE OF THE LOCAL PEOPLE WHO ARE LIVING IN THE ISLAND.

FOR MORE INFORMATION PLEASE ALSO CHECK THE FOLLOWING LINK http://www.new7wonders.com/



GET YOUR FREE TRAFFIC

free web site traffic and promotion

Senin, 03 Juni 2013

PRAKTEK CURANG SINAR MAS GROUP DI ITC BSD. MENEKAN USAHA KECIL UNTUK MENJADI BESAR

PRAKTEK CURANG SINAR MAS GROUP DI ITC BSD. MENEKAN USAHA KECIL UNTUK MENJADI BESAR
Bukan masalah uangnya, tetapi masalah jujur adilnya!
Saya, Neneng Tarigan adalah pemilik kios kecil di Upper Ground, Blok C8/5, ITC, BSD, Tanggerang, yang membeli cicil kios tersebut tahun 2004 dari Sinar Mas Group. Dalam perjanjian jual beli tersebut jelas tertulis bahwa lantai Upper Ground hanya dikhususkan untuk zona fashion, oleh karena itu saya membuka usaha fashion di tempat tersebut sejak tahun 2005.
Karena usaha saya yang sangat kecil, maka oleh Pengelola lama, saya diberikan keringanan/diskon pembayaran service charge mulai Rp 100.000,- s/d sekitar Rp 150.000,- perbulan. Keringanan tersebut juga mempertimbangkan keberatan saya sebagai pengusaha kecil dengan lokasi konter di badan gang yang sempit; serta pemakaian listrik dengan daya 1300 watt padahal yang saya butuhkan hanya 450 watt.Selain itu secara keras saya memprotes pengelola dengan adanya restoran siap saji AW di Upper Ground yang khusus untuk fashion; tempat pencucian foto, konter-konter penjualan seprei dan frame foto yang jelas melanggar kesepakatan pada waktu saya membeli kios di ITC, BSD!
Dua bulan yang lalu, secara mengejutkan saya menerima surat dari Pengelola baru ITC, BSD, yang menagih dan menaikkan secara sepihak biaya service charge dan biaya parkir hampir 50% untuk semua tenant, tanpa ada musyawarah sebagaimana sebelumnya dengan para tenant sebagaimana selalu dilakukan oleh Pengelola yang lama. Saya juga tidak lagi mendapatkan keringanan service charge sebagaimana biasa.
Saya melakukan pendekatan resmi tertulis maupun melalui beberapa pertemuan agar tetap memperoleh keringanan tersebut apalagi mempertimbangkan bahwa pada waktu saya sempat bangkrut dan tutup pada tahun 2008 dan 2009 saya tetap membayar lunas service charge dan tagihan listrik kepada ITC BSD.
Bukannya mendapatkan keringanan, tetapi Pengelola melakukan intimidasi dan perbuatan tidak menyenangkan kepada saya dengan menyampaikan bahwa:
  1. Seyogyanya saya menyewakan saja kios tersebut, karena seorang birokrat (saya pensiunan PNS) tidak bisa/tidak pandai berdagang!
  2. Menagih service charge yang sudah saya bayarkan, dengan keji pertelpon serta tanpa bukti menuduh saya selama ini tidak pernah membayar service charge!
  3. Hari Jumat tanggal 17 Mei 2013 mengirim petugas security ke kios saya, padahal saya tidak pernah melakukan pelanggaran batas penggelaran barang sebagaimana banyak teman pedagang lainnya.
  4. Setelah mengetahui bahwa saya telah melunasi seluruh service charge dan listrik tepat waktu setiap bulan selama bertahun-tahun, Kepala Pengelola ITC yang baru, bukannya meminta maaf, tetapi saya malah menerima surat peringatan dari Bagian Keuangan ITC untuk membayar tagihan bulan April dan Mei 2013 dengan denda dan harga yang sudah dinaikkan, padahal saya sudah memperingatkan tertulis bahwa saya akan membayar, jika Pengelola menertibkan zona fashion di Upper Ground yang belakangan ini merajalela berubah menjadi tempat bermain mobilan dan seolah kebun binatang bagi anak-anak! Belum lagi meningkatnya konter/kios penjualan mainan anak-anak dan seprei yang tidak ada hubungannya dengan fashion sama sekali.
Saya menyampaikan bahwa akan membayar apabila pihak Pengelola juga segera menertibkan Upper Ground sesuai perjanjian tertulis antara saya dan Sinar Mas dalam surat perjanjian jual beli no 0649 tanggal 21 Mei 2004.
Sampai saat ini tidak ada tindak lanjut pihak Pengelola ITC tentang pelanggaran yang dilakukan yang menurut saya sama dengan penipuan terhadap perjanjian yang telah dibuat pada semua pemilik usaha fashion di Upper Ground ITC BSD.
Menjadi besar adalah keinginan bersama, tetapi menjadi besar dengan berbuat curang dan menekan usaha kecil adalah perbuatan memalukan yang seharusnya tidak dilakukan oleh Group besar seperti Sinar Mas! Semoga hal ini mendapat perhatian oleh pemilik Sinar Mas, karena Pengelola menyampaikan lisan bahwa seluruh tindakannya harus mendapat izin Pemilik Sinar Mas Group!

Jumat, 26 April 2013

PRAKTEK CURANG GROUP SINAR MAS DAN LOKASI RAMAYANA YANG MELANGGAR ATURAN

Saya, Neneng Tarigan adalah pemilik kios kecil di Upper Ground, Blok C8/5, ITC, BSD, Tanggerang dan membuka usaha di tempat tersebut sejak tahun 2005.
Usaha tersebut sempat tutup selama 2 tahun karena kerugian yang saya tanggung selama menjalankan usaha penjualan pakaian jadi, walaupun saya mendapat sedikit keringanan service charge dari Pengelola yang lama. Selama tutup saya tetap membayar service charge agar tidak merugikan ITC dan para pengusaha ditempat tersebut secara keseluruhan.
Pertimbangan pemberian keringanan service charge oleh Pengelola ITC yang lama, dikarenakan keluhan saya mengenai adanya lokasi Department Store Ramayana, disatu bangunan yang sama yang sangat berdekatan dengan usaha kecil, yang jelas melanggar Keputusan Menteri Perdagangan yang beberapa kali diubah terakhir dg Keputusan Menteri Perdagangan no: 53/M-DAG/PER/2008 Tahun 2008 tentang: Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pesat Perbelanjaan dan Toko Modern.
Selain menyalahi lokasi, Department Store Ramayana juga melakukan pelanggaran terhadap UU no 5 tahun 1999 diskon jor-joran setiap saat yang sangat memukul usaha kecil saya dan teman-teman lainnya yang sejenis.
Baru-baru ini, secara mengejutkan saya menerima surat dari Pengelola baru ITC, BSD, yang menagih dan menaikkan secara sepihak biaya service charge dan biaya parkir hampir 50% untuk semua tenant, tanpa ada musyawarah sebagaimana sebelumnya dengan para tenant sebagaimana selalu dilakukan oleh Pengelola yang lama. Kenaikan service charge dan parkir dikarenakan alasan adanya kenaikan biaya TDL (Tarif Dasar Listrik) dan UMR/UMP.
Bagi saya yang usaha kecil dan banyak pengusaha lainnya, hal ini sangat memberatkan, karena pendapatan kami perbulan terkadang tidak cukup untuk membayar service charge sekalipun. Selain itu pengelola yang baru dengan terang-terangan melanggar aturan yang dibuat oleh pengembang, yaitu lantai Upper Ground yang seharusnya khusus untuk fashion, kini beberapa bulan terakhir semrawut penuh sesak oleh tempat bermain anak-anak yang sangat mengganggu lalu lintas para pebelanja dan ketempat para penjual. Padahal, saya pada waktu membeli kios tersebut adalah karena kekhususan tempat sebagai penjualan barang-barang fashion.
Pelanggaran2 yang dilakukan oleh pengelola ITC BSD (Group Sinar Mas) maupun oleh Department Store Ramayana, sudah saatnya dihentikan!
Adapun pelanggaran oleh ITC BSD menurut analisa saya adalah:
  1. Tindak pidana penipuan dengan mengalihkan sebagian fungsi dari tempat fashion menjadi tempat bermain, maupun restoran!
  2. Membiarkan lokasi Ramayana Department Store yang jelas menyalahi peraturan mengenai lokasi.
  3. Membiarkan penjualan barang2 fashion oleh super market Carrefour.
    Sedangkan pelanggaran oleh Ramayana Department Store menurut analisa saya menyangkut UU no 5 tahun 1999 yaitu:
BAB IV KEGIATAN YG DILARANG
Pasal 17
(2) Pelaku usaha patut diduga atau dianggap melakukan penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau jasa sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) apabila:
b. mengakibatkan pelaku usaha lain tidak dapat masuk ke dalam persaingan usaha barang dan atau jasa yang sama;

Bagian Ketiga: Penguasaan Pasar.

Pasal 21.
Pelaku usaha dilarang melakukan kecurangan dalam menetapkan biaya produksi dan biaya lainnya yang menjadi bagian dari komponen harga barang dan atau jasa yang dapat meng-akibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat.

BAB V POSISI DOMINAN
Pasal 25:
(1) Pelaku usaha dilarang menggunakan posisi dominan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk:
    c. menghambat pelaku usaha lain yang berpotensi menjadi pesaing untuk memasuki pasar bersangkutan
Semoga praktek2 curang perusahaan-perusahaan raksasa yang sangat merugikan usaha kecil dapat dihilangkan di seluruh Indonesia.


Jumat, 31 Agustus 2012

PRAKTEK SANGAT TIDAK TERPUJI DI INDOSAT

Dilaporkan oleh: Neneng Tarigan,BSD City.
 

Saya adalah pelanggan matrix Indosat. Mengingat berlangganan Matrix sangat mahal, maka saya mengganti matrix dengan berlangganan Indosat Senyum yaitu bicara dan sms sepuasnya dengan biaya Rp 100.000,- /bln dan paket Browser internetan sepuasnya dengan biaya Rp 100.000,-/bln. Semuanya berjalan lancar, sampai suatu ketika:
1).    Tgl 29 Juni 2012, saya mendapat sms dari 151 (Indosat) yang menyatakan saya mentransfer pulsa sebesar Rp 10.000,- ke nomor 085710483114 pada pukul 10:15 dan bila 30 menit tidak dijawab transfer akan dibatalkan. Karena tidak pernah menginstruksikan transfer dan tidak mengenal nomor tersebut, saya mencoba mentrasir melalui kedua HP saya untuk memastikan terjadinya hacking. Benar saja belum 30 menit, tepatnya pukul 10:16 terjadi konfirmasi transfer yang diberikan oleh ID=628151010397220629101555558. Suatu nomor ID yang sangat aneh! Hal ini sudah saya laporkan pertelpon resmi berkali-kali ke Indosat dengan menyatakan bahwa saya protes keras dan tidak ingin kartu kredit saya dipotong satu senpun untuk hal seperti ini. Indosat menjanjikan akan meyelidiki perkaranya, tapi sampai saat ini, katu kredit saya tetap dipotong plus biaya administrasi transfer sebesar Rp 545,- Bayangkan, apabila ada satu juta pelanggan Indosat yang terkena masalah seperti itu, maka hackers atau oknum didalam Indosat sudah meraup keuntungan lebih dari Rp 10 milyar dalam hitungan detik saja!
2).    Tgl 26 Juli 2007, saat berada di Jepang saya menerima sms dari Indosat yang menyatakan total tagihan saya sebesar Rp 1.103.144,- akan jatuh tempo tgl 13/08/2012. Hal ini sangat mengherankan saya, karena pada saat saya singgah airport Malaysia tgl 17 Juli 2012, saya menggunakan WiFi bandara yang gratis dg penggunaan untuk beberapa menit saja, dan tgl 18 Juli juga WiFI di Kansai Airport Washington Hotel; selebihnya saya tidak menggunakan internet atau telpon sama sekali kecuali beberapa SMS, karena  tau selain mahal, layar HP Samsung Galaxy saya juga menunjukkan tidak dapat mengakses internet. HP hanya saya gunakan untuk berfoto-foto dan 1 kali video utk durasi 2 menit. Saya mengerti betul tentang IT, bahwa untuk foto dan video tidak perlu ada roaming. Tetapi ditagihan Indosat ditunjukkan adanya tagihan untuk roaming telepon tgl 18 Juli 2012 sebesar Rp 117.000,- padahal saya tidak pernah bertelpon! Lebih lanjut, beban roaming GPRS internasional sebesar hampir Rp 600.000,- (Rp584.045,-) untuk pemakaian tgl 29 Juni 2012 s/d 23 Agustus 2012, padahal saya terbang ke Jepang tanggal 17 Juli malam hari. Yang paling aneh dan luar biasanya pula, didalam international roaming tersebut ditambah lagi transfer pulsa kali ini ke nomor telpon: 15100001008000 (nomor yang sama sekali tidak saya kenal) sebesar hampir Rp 10.000,- pada tanggal 29 Juni 2012; dan langganan Browser sebesar Rp90.909,- tanggal 7 Juli 2012.  Padahal kedua biaya ini sudah dimasukkan ke biaya pemakaian, berarti terjadi dua kali pembebanan (double counting) untuk hal yang sama! Hal ini belum lagi termasuk percakapan dengan Citi Bank sebesar Rp 80.000,- padahal saya berlangganan paket Indosat Senyum.
3).    Tgl 28 Juli 2012, pukul 11:56 saya menerima lagi sms tagihan dari Indosat, sebesar Rp1.191.720,- untuk pemakaian bulan Agustus dengan tanggal jatuh tempo 14 September 2012. Perincian tagihan belum saya terima.

Untuk kasus transfer pulsa Rp 10.000,- yang tidak pernah saya lakukan sudah saya laporkan ke Indosat tanggal 6 Juli 2012 dan berkali-kali setelah itu; untuk tagihan yang aneh sebesar Rp.1.103.144 saya laporkan tanggal 2 Agustus 2012 dan termasuk pada saat saya menanyakan tagihan yang sebesar Rp.1.191.720,- dengan dua kali menelpon Indosat pada tanggal yang sama yaitu 28 Agustus 2012. Jawaban operator Indosat tetap sama, masih dalam penyelidikan, entah sampai berapa lama.
Walaupun saya pensiunan PNS rendahan, tetapi saya juga mantan Kepala Biro Perdagangan dan Kerjasama Internasional, Sekretariat Wakil Presiden. Saya tahu bahwa Indosat sedang mengalami krisis keuangan. Seharusnya Indosat melakukan pengawasan yang ketat untuk hal-hal seperti ini baik terhadap oknum maupun korporasinya. Apabila tidak, tentu ini akan menjadi target KPK untuk menyelidiki, karena bukan tidak mungkin ada jutaan pelanggan Indosat yang mengalami nasib seperti saya, tetapi mungkin kurang teliti atau enggan untuk mempermasalahkannya.

Minggu, 15 April 2012

PROGRAM PENGHEMATAN NASIONAL

PROGRAM PENGHEMATAN NASIONAL
Oleh: Neneng Tarigan
A. Latar Belakang:
Pada saat diminta untuk menulis artikel dengan judul penghematan sebagaimana yang dianjurkan Pemerintah, maka yang terbersit dalam benak penulis adalah:
1. Penghematan Anggaran Pemerintah oleh:
a.  Pemerintah Pusat dan Daerah.
b. Badan-badan Usaha Milik Negara.
2. Penghematan oleh para pejabat negara (baik pejabat Pemerintah maupun MPR, DPR, DPRD dan DPD)
3. Penghematan oleh masyarakat dan dunia usaha.


Penghematan perlu dilakukan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat dan dunia usaha dan terutama tentunya pejabat negara baik pejabat pemerintah termasuk juga didalamnya pejabat MPR dan DPR serta DPD
Gerakan Penghematan ini harus mencakup segenap komponen didalam masyarakat, dunia usaha dan pemerintahan untuk mencapai hasil yang optimal.

Senin, 26 Maret 2012

A HIDDEN AGENDA?

A HIDDEN AGENDA?: The Questions of Domestic Oil Price Increase.
By: Neneng Tarigan.

The Indonesian government planned early of 2012 to increase the price of premium  oil, has received various reactions from number of political parties, students/activists and quite a number of people from all over Indonesia.
As usual, there is always pros and cons to every government policy. As an independent writer (note: I dare not call myself as an analyst) my opinion towards this policy is clear that I was not in favor of the policy, though the price of oil in international market that time was sky rocketing due to the political situation  in oil-producing country in Africa such as in Nigeria and most particularly in countries in the Middle East such as Libya, Iraq and Iran as the largest oil-producing countries in the world!
The rapid increase of international oil price is always inseparable with the interest of the developed countries like the United States of America and its allies towards the continues supply of oil. For the reason of getting and controlling a continued supply of oil, they sometimes put pressure among others by imposing the policy implementation on the “fight against terrorism”, “the ban on Weapon of Mass Destruction” and to “help develop of democracy” in various oil producing countries. The impact of the pressure is sometimes contra productive and just further create the insecurity in those target countries, and most likely would further increase the international oil price. The ones that suffered by the increase of international oil price, of course the developing nations especially the non oil producing ones!
Being an oil-producing country, and a country with Muslim majority that strategically located between two continents (Asia and Australia) and two oceans (Indian Ocean and the Pacific), have brought Indonesia under the microscope of the developed nations!
Actually Indonesia, might play an important role in the international forum by using its geopolitical advantages as a country with the largest Muslim population in the world and located between the two continents; but the capacity is not yet there. Indonesia has almost no power to influence the policy of international oil price, even from the international political side.
Therefore, the increase of international oil price would greatly affect the Indonesian government budget, because, although Indonesia is an oil producing country, Indonesia is also a net importer of refined oil. Beside of it, the subsidy to the price of oil and gas for the poor as tasked by the Indonesian Constitution 1945, is a big burden to the government budget!
Most unfortunately, if the price of oil in domestic market is too low, that would reduce the capability of the government to finance the development programs, and besides, that would also enlarge the opportunity for smuggling, especially if the price of oil in international market is higher.
In my point of view, there are many ways that the Indonesian government can take to revive the government budget despite of increasing the price of premium oil. Most probable policies among others are by: (1) reducing government spending, (2) postponing some unnecessary spending for example for the facilities of the members of the parliament and the government officials across the country, (3) introducing the use of non oil energy for vehicles and electricity, improve the use of energy conversion from oil and natural gas into the use of more environment friendly energy such as bio energy, hydro energy or solar energy, (4) increase the efficiency of all state owned companies most particularly those companies that involved in oil, gas and electricity business, and (5) increase law enforcement to fight the corruption, etc.
Nevertheless, everyone knows that the easiest way to revive the government budget, of course mainly by implementing the policy in increasing the price of oil; with hopes that it would also easily help recover the popularity of the ruling party (the Democratic Party/Partai Demokrat) which is now under the test because of the corruption cases that involved many of its members.
The majority of the ruling party members and its coalition parties’ members hoped that by increasing the price of domestic oils, that would allow a massive implementation of direct financial assistance up to the amount of IDR 25 trillion for 18 million Indonesian house holds who lives under poverty level. By increasing the price of oil it hopes that would help the poor a financial assistance of IDR 150,000.- per household per month or equal to USD 18.- per month  which is equal to 25 litter of premium oil/month, until 9 months long. As the result of this planned policy, it hopes that the ruling party may get back a full support from the people or at least from their former constituents.
The problem actually, every time when the discussion on the policy of increasing the price of oil and reducing the subsidy of oil appeared, that would trigger the increase of food prices and even become worse if the policy is taken because that would surely contributing to a multiplier effect to the price of electricity and transportation!
Subsidy is the most powerful issue and way in developing country like Indonesia to unstable the position of the government in power.
For the opposition, the subsidy issue is the most effective time to  organize a massive demonstration to stop the government from taking the unpopular policy which I also  believed will affect the cost of living of ordinary citizens in general!
The demonstrations against the increase of the price of oil, is always unstoppable and the tension between the government and the demonstrators might almost uncontrollable.
As always, students that stand in the very front line of the demonstrators have only one purpose; to protect the people interest with all consequences even with their own lives! A good reminder was the accident of 1998, where the most popular president of Indonesia (Suharto) with full backed-up of the arm forces and the parliament were unable to stop the demonstrators and was crippled by the people’s power!
I wish, history will not repeated and there will be mutual understanding between the policy makers and the people regarding the oil price policy.
People are tired living in poverty, but that does not allowed any policy makers to make use of people economic condition by pretending of helping them temporarily only to gain benefit to win the 2014 general election!
BSD City, 27 March 2012. By: Neneng Tarigan.

Kamis, 08 Desember 2011

ALL BOUT CHRISTMAS



Design: hurtigbredbaand.dk




You don’t need to spend money on Christmas decorations. Actually, it is quite easy to make them yourself and the children will definitely love every minute of it. Get ideas for Christmas crafts here in the website.
http://www.allthingschristmas.com/xmas-crafts.php

US Stock Indexes (DOW Nasdaq SnP 500)

Mini Forex

WORLD ECONOMY

Loading...

CNN

FRIENDSHIP QUOTES

TV ONLINE

Word of the Day

Quote of the Day

Article of the Day

This Day in History

Today's Birthday

In the News

Ada kesalahan di dalam gadget ini

FROM 28 NATIONALITIES

FROM 28 NATIONALITIES

UNTUK INDONESIA TERCINTA

FORUM BEBAS/FREE FORUM

THE WUHAN GROUP

THE WUHAN GROUP

Free Online Seo Service

BANDWIDTH SPEED TEST

Hot Celebrity Pictures

DAILY HOROSCOPE


NUMBER OF VISITORS